Minggu, 20 Februari 2011

Peluang Usaha

"Ayo Rame-Rame Ciptakan Peluang Usaha"



Budidaya ikan mas relatif mudah dilaksanakan asal kondisi lingkungannya memenuhi syarat, tidak memerlukan tempat yang luas, di pekarangan rumah pun dapat diusahakan dibuat kolam atau bak permanen, air pengairan menggunakan air mengalir (sungai) atau air diam (air sumur) dengan tambahan perlengkapan seperi aerator atau sirkulator air.

Usaha ini dapat dilaksanakan dalam waktu relatif singkat yaitu ± 1 bulan dan dapat dikerjakan dalam waktu senggang, maksudnya pagi hari sebelum berangkat ke kantor melakukan pengontrolan sambil memberikan pakan dll, artinya usaha ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan waktu/kesempatan di luar pekerjan utama/pokok, sehingga secara ekonomis budidaya ikan mas dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

tak ada yang tak mungkin


Seseorang yang memiliki impian dan daya imajinasi yang kuat pada umumnya mampu menciptakan dan membuat satu terobosan, dalam kamus mereka tidak ada kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.

Rabu, 16 Februari 2011

UPTD.PPD KALTIM: BULAN MUTU DAN PRODUKTIVITAS

UPTD.PPD KALTIM: BULAN MUTU DAN PRODUKTIVITAS: "Kegiatan Bulan Mutu dan Produktivitas Tahun 2010 APBN Dana Dekon “Anugerah Produktivitas” Dalam rangka peningkatan mutu dan produktivitas ..."

BULAN MUTU DAN PRODUKTIVITAS

Kegiatan Bulan Mutu dan Produktivitas Tahun 2010

APBN Dana Dekon “Anugerah Produktivitas”
Dalam rangka peningkatan mutu dan produktivitas maka pemerintah berkenan memberikan Anugerah Produktivitas pada perusahaan/UKM yang telah berhasil menerapkan konsep produktivitas dan kualitas dengan baik yang dimaksudkan dapat memberi motivasi pada perusahaan lain.
- Siddhakarya
6 (enam) Siddhakarya diserahkan kepada masing-masing 3(tiga) perusahaan berskala menengah dan 3(tiga) berskala kecil.
a. 3 Perusahaan Berskala Menengah
- CV. LAMIN EKA PERDANA
- BORNEO PICASO MANDIRI
- CV. BERUANG MADU BALIKPAPAN
b. 3 Perusahaan Berskala Kecil
- PIA ANA
- CV. CITRA PURNAMA ABADI
- UD. MIE KALIMANTAN
Dengan kategori produktivitas sebagai berikut :
1. Kepemimpinan Perusahaan
2. Perencanaan Strategi
3. Fokus Sumber Daya Manusia
4. Fokus Pelanggan dan Pasar
5. Data informasi dan Analisis
6. Manajemen Proses
7. Hasil Usaha

UPTD.PPD KALTIM: kewirausahaan

UPTD.PPD KALTIM: kewirausahaan: "Budidaya Jamur oleh ' Agus Prayitno ' Unit Kerja : UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah Disnakertrans Prov. kaltim ..."

UPTD.PPD KALTIM: kewirausahaan

UPTD.PPD KALTIM: kewirausahaan: "Budidaya Jamur oleh ' Agus Prayitno ' Unit Kerja : UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah Disnakertrans Prov. kaltim ..."

kewirausahaan

Budidaya Jamur
oleh " Agus Prayitno "
Unit Kerja : UPTD Pengembangan Produktivitas Daerah
Disnakertrans Prov. kaltim
tentang

: "Ketahanan Pangan "

SAMARINDA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim sebagai bagian dari upaya perluasan kesempatan kerja, menekan jumlah pengangguran, melakukan peningkatan semangat berwirausaha yang berujung pada implementasi peningkatan program pro rakyat, dengan memberikan pelatihan budidaya jamur tiram putih kepada ibu-ibu rumah tangga di Samarinda. “Era keemasan industri kayu lapis khususnya di Samarinda sudah berlalu. Tapi masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga masih mungkin membangun era keemasan baru dengan menjadikan Kaltim sebagai basis penghasil jamur di Indonesia,” kata Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Disnakertrans Kaltim Ir Achmad Adha usai meninjau Pelatihan Berbasis Masyarakat di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.
Budidaya jamur yang dikembangkan untuk para ibu rumah tangga kerjasama Politeknik Pertanian Negeri Samarinda dan Disnakertrans Kaltim tersebut merupakan budidaya yang dilakukan dengan sistem tanam dalam baglog. Sistem ini lebih praktis dan efisien. Bahan utamanya adalah serbuk gergaji atau bahan lain seperti tandan sawit yang telah dicacah atau dihancurkan. Campurannya antara lain kapur, dedak, tepung tapioka dan air.
Peluang pasar dari hasil budidaya jamur tiram tersebut sangat terbuka. Saat ini saja, hasil produksi yang dikelola Politeknik Pertanian Negeri Samarinda masih tak mampu memenuhi permintaan pasar.
“Banyak pengusaha luar daerah yang ingin memesan jamur tiram ini dalam jumlah yang sangat besar, bahkan hingga 50 ton perbulan. Jika Kaltim bisa memanfaatkan sinergi pengembangan sektor pertanian dalam arti luas dengan pengembangan budidaya jamur tiram, maka peluang ekonomi tersebut bisa dinikmat masyarakat,”
Sementara itu, Elisa Herawati S Hut MP dari Politeknik Pertanian Negeri Samarinda mengungkapkan proses budidaya, termasuk pembibitannya sudah dilakukan di politeknik tersebut sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas bibit jamur yang buruk.
Harga jamur tiram di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan di Samarinda bahkan mencapai Rp25 ribu/ons. Ini suatu bisnis yang sangat menjanjikan untuk dapat di kembangkan oleh masyarakat Kaltim.